Berapa lamakah Anda bertilawah dalam sehari?

Minggu, 13 September 2009

FORMasi MOviE CLUb


LAST SAMURAI

Last Samurai, film semi action yang dibintangi oleh Tom Cruise (as Captain Aulgreen). Mengambil setting di Jepang abad ke-19, menjadikan film ini layak untuk ditonton. Kisahnya berawal dari Jepang beralih ke zaman modern. Hal ini membuat kebudayaan mereka terkikis, termasuk samurai yang menjadi ujung tombak militer Jepang.
Posisi Samurai sebagai pertahanan pun digantikan oleh tentara modern yang pelatihannya diserahkan kepada USA. Maka Katsumoto (Ken Watanabe) ,pemimpin para samurai pun memberontak pada sang kaisar. Pasukan tentara pun dikerahkan untuk memusnahkan para samurai. Awalnya, para samurai menang dalam pertempuran tsb dan mampu menangkap Aulgreen.
Aulgreen yang semula merasa asing dengan kehidupan para samurai akhirnya dapat beradaptasi dan bergabung dengan mereka. Dan pertempuran besar pun terjadi, seluruh samurai gugur dalam perang. Hanya tinggal Aulgreen lah samurai terakhir yang masih hidup.
Aulgreen pun berusaha menyadarkan sang kaisar dengan menunjukkan pedang milik Katsumoto bahwa seharusnya mereka tidak melupakan dan meninggalkan budaya para leluhur termasuk samurai.






FORmasI MeNTOring Net

MALAM 1000 BULAN

Laylat al qadr secara harfiah diartikan malam penentuan atau malam kemuliaan. Secara metaforis disebut malam seribu bulan. Suatu malam permulaan Alquran diturunkan oleh Allah SWT. Peristiwa ini terjadi pada tahun 610 M. Ia merupakan satu di antara sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

Karena alasan itu, sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sangat dimuliakan. Surah Al Qadr menerangkan, ''Kemuliaan itu melebihi seribu bulan ... malam yang diliputi kedamaian hingga terbit fajar.''

Para mufasir sepakat bahwa kehebatan malam al qadr sama dengan beribadah seribu bulan lamanya. Malam itu penuh berkah dan bermakna. Suatu nilai yang amat tinggi dan mulia dibanding malam dan bulan lainnya. Lafaz al qadr sengaja diartikan dengan malam penentuan dengan merujuk pada kata dasar al qadr yang berarti ketentuan atau keputusan.

Karena pada malam itulah ditentukan dan diputuskan turunnya Alquran ke bumi. Bahkan, malam itu menjadi momentum yang amat menentukan bagi mereka yang dekat dan ingat kepada Allah SWT.

Mengapa dalam banyak terjemahan, laylat al qadr diartikan malam kemuliaan? Boleh jadi para ahli berpandangan bahwa karena pada malam itu Allah SWT akan menurunkan segala keberkahan dan kesejahteraan buat umat manusia. Malam itu pun dipastikan menjadi mulia dan tinggi nilainya.

Saking mulianya malam itu, sehingga Allah SWT menyebutnya sebagai lebih mulia dan tinggi kualitasnya dari seribu bulan. Perbandingan metaforis ini memperlihatkan kebesaran dan keagungan laylat al qadr itu. Boleh jadi pula lafaz laylat al qadr disebut sebagai malam kemuliaan merujuk pada penamaan Kitab Alquran itu sendiri sebagai Al Kitab Al Karim yang berarti bacaan mulia. Sehingga, setiap momentum yang berkaitan dengan Kitab Suci ini disebut-sebut sebagai momentum kemuliaan.

Malahan dalam kehidupan kita sehari-hari, tanpa sadar kita sering bertemu dengan situasi yang mulia (laylat al qadr) tersebut. Situasi mulia ini amatlah menentukan kehidupan seseorang, maka ia disebut-sebut sebagai malam penentuan. Pada hakikatnya kita sering bertemu momentum-momentum tak terduga tapi mampu mengubah dan menentukan seluruh perjalanan sejarah hidup kita sebagai anak manusia. Bisa jadi momentum seperti itu hanya datang sekali seumur hidup. Ada juga orang mendapatkan momentum yang amat menentukan itu beberapa kali.

Namun, yang jelas tidaklah setiap pengalaman hidup manusia selalu bertemu dengan momen-momen kemuliaan itu. Karena itulah, laylat al qadr menjadi istimewa dan bernilai amat personal. Sebagai manusia, ingin sekali di malam penentuan ini kita bisa memperoleh tempat mulia dalam pandangan Allah SWT.

Kemuliaan itu kita peroleh setelah kita berjuang keras menjadi insan yang muhsin dalam setiap amal usaha yang kita lakukan.

Impian semua orang untuk memperoleh laylat al qadr tentu saja mulia dan terhormat, karenanya harus diwujudkan dalam aktivitas ibadah yang juga mulia dan terhormat. Bila itu sudah kita lakukan, insya Allah impian kita untuk mendapatkan 'penentuan' kehidupan yang baik dan mulia dari Allah SWT menjadi kenyataan.

Senin, 24 Agustus 2009

FORmasI MeNTOring Net

KHUSYUK DALAM SHALAT

Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk solatnya. Namun, dia selalu kuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk. Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?".

Hatim berkata, "Apabila masuk waktu solat, aku berwudlu zahir dan batin."

Isam bertanya, "Bagaimana wudlu zahir dan batin itu?"

Hatim berkata, " wudlu zahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua anggota wudlu dengan air". Sementara wudlu batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :

1. Bertaubat
2. Menyesali dosa yang telah dilakukan
3. Tidak tergila-gilakan dunia
4. Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')
5. Tinggalkan sifat berbangga
6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu
7. Meninggalkan sifat dengki."

Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan aku sedang berhadapan dengan Allah, Syurga di sebelah kananku, Neraka di sebelah kiriku, Malaikat Maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Siratal mustaqim' dan menganggap bahawa solatku kali Ini adalah solat terakhir bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik."

"Setiap bacaan dan doa dalam solat, ku faham maknanya, kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun". Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibanding-kan dengan Hatim.

Bagaimana dengan sholat kita ? apakah sudah khusyuk ?

Untuk manfaat kita bersama, silahkan sebarkan artikel ini ke sahabat-sahabat anda !

Jumat, 14 Agustus 2009

Liputan Kegiatan

ORForm (Orientasi Formasi) 2009

OrForm merupakan istilah MOS untuk anggota Formasi yang baru. Di kalangan Mahasiswa dikenal OPSPEK, di PMR ada OPAB (Orientasi Penerimaan Anggota Baru), di Pramuka ada PTA (Penerimaan Tamu Ambalan) dan untuk Formasi ada ORForm itu tadi.
OrForm di Formasi terdiri dari 2 kegiatan yaitu OPEN HOUSE dan MAbit Perdana. Dan inilah liputannya....
OPEN HOUSE Formasi 2009 dilaksanakan tanggal 25 Juni 2009. Seperti tahun lalu, kegiatan di OPEN HOUSE ini antara lain nonton bareng dan tasyakuran. Tapi bedanya dari tahun lalu, tahun lalu hanya nonton 1 film aja yaitu kung fu panda. Kalau tahun ini 2 in 1, nonton KUng Fu Panda 2 en Ice Age 3.
MABIT Perdana tahun ini dilaksanakan tanggal 1-2 Agustus 2009. Pemateri pada mabit ini adalah Akhi Aris, Akhi Fauzan dan Akhi Aris alumni 2004. Menurut para peserta kelas X, acara MAbit Perdana terbilang seru dan menyenangkan. Tapi, jangan puaz sampai di sini ya...... Karena masih banyak kegiatan Formasi yang lebih seru en full semangat.

Jumat, 24 Juli 2009

Liputan Kegiatan

KeMAH RUKiyah FORMaSI 2009
4-6 Juli 2009

Kemah Rukiyah pada tahun ajaran 2008-2009 lalu dilaksanakan pada tanggal 4-6 Juli 2009. Kalau tahun 2008 yang lalu Bumpernya Jamus, pada tahun ini bertempat di Kendal. Peserta Ikhwan khususnya kelas X tahun ini terbilang sedikit dibanding tahun lalu, yaitu 6 peserta. Acara dibuka setelah shalat Dhuhur oleh mantan ketua Formasi 2007-2008 yaitu Akhi B.R. di mushala SMP 2 Kendal. Pada pembukaan itu juga dijelaskan kontrak kerja serta penugasan selama 3 hari di sana. Tugas-tugas tsb yaitu Tilawah Al Qur'an sedikitnya 2 juz, menghafal QS As Shaf ayat 1-4 beserta arti, riyadhoh (push up 15 kali, sit up 15 kali, back up 15 kali tiap pagi), mencatat semua materi, memperbnyak shalat sunnah.
Materi pertama diisi oleh alumni 2008 yaitu Akhi Mukhlis yang menjelaskan tentang keformasian. Materi pertama selesai sebelum shalat Ashar. Setelah shalat Ashar, Ishoma sampai pukul 17.00. Pukul 17.00 yaitu materi kedua oleh Pak Budi Setyawan. Dan dilanjutkan dengan shalat Maghrib dijamak dengan Isya'. Usai shalat acara yaitu ishoma. Para peserta mengisinya dengan bertilawah dan menghafal serta meresume materi yang telah disampaikan. Dan tidak lupa makan malam di keadaan yang gelap gulita.
Materi ketiga disampaikan oleh Akhi Windi yaitu tentang penyakit-penyakit penghambat da'wah. Malam nan larut dan dingiiiiiin membuat para peserta duduk berdempetan. Hooaaah...... yel-yel yang mereka bunyikan bergantian, tanda kalau mereka udah ngantuk berat... Ada yang masih menyimak penjelasan Akh Windi, ada yang kriyap-kriyip, ada pula yang sudah pulas. Kira-kira pukul 22.00 waktu setempat, materi ke-3 selesai. Sebelum menuju pulau kapuk, Akh Aris mengumpulkan semua peserta. Dengan seluruh kebaikan hatinya, Ia memberikan susu jahe dan biskuit kepada peserta.
Hari kedua, hari yang paling melelahkan. Kira-kira pukul 02.30 dini hari, peserta melaksanakan shalat Tahajud berjamaah diimami oleh Akh Aris. Lalu, peserta digiring ke tempat yang disediakan oleh alumni. Di situlah mereka akan dieksekusi...ups salah, maksudnya menjalani tantangan yang ekstrem. Yaitu berjalan di atas bara api yang panas mbangettt.... Seluruh peserta baik ikhwan maupun akhwat harus melewati tantangan itu one by one. Dengan motivasi dari Akh Windi, munculah keberanian dalam diri mereka dan lewatlah mereka di atas bara itu. Usai game tsb, para peserta shalat Subuh berjamaah. Lalu dilanjutkan membaca Al Ma'tsurat bersama-sama. Terus dibawah pimpinan Akh B.R. , mereka lari pagi dan naik gunung. Capek naik gunung, mereka kembali ke bumper untuk sarapan.
Materi keempat tepatnya setelah ishoma. Materi disampaikan oleh Akh Bhakti tentang kekhalifahan. Kemudian dilanjutkan materi ke-5 oleh Akh Aris tentang fase-fase da'wah. Usai materi, kegiatan ishoma dan lanjut dengan shalat dhuhur berjama'ah. Materi keenam pun dimulai, dengan pemateri yaitu Akh Yudi Hermawan. Materi yang Ia sampaikan yaitu tentang kondisi umat Islam masa kini. Materi selesai sebelum shalat Ashar. Usai shalat Ashar, mereka ikut outbond. Outbond diisi oleh Akh Ardian en Akh Fauzan. Outbondnya cukup menarik yaitu balapan memindahkan piring dengan tali rafia. Dan satunya yaitu Rugbee Air. Yaitu permainan semacam rugbee yang dilakukan di kolam dengan air setinggi dengkul. Peserta dibegi jadi2 tim yaitu tim Nurhadi dan tim Didin. Walaupun basah dan kedinginan namun para peserta cukup senang bahkan masih tetep lanjut walau permainan udah selesai.
Puas bermain, mereka segera mandi. Kemudian shalat Maghrib berjama'ah dengan diimami oleh Pak Ali Mustofa dan dilanjutkan dengan materi ke-7 oleh beliau sendiri. Materi 7 selesai lalu Sholat Isya' kemudian makan malam. Sebelum tidur, peserta melanjutkan tugas, ada yang meresume, tilawah, ada pula yang menghafal. Kira-kira pukul 02.00 dinihari, mereka melaksanakan Qiyamul lail. Dilanjutkan dengan Renungan dengan mata terpejam. Usai renungan, mereka shalat subuh berjama'ah. Kemudian packing. Dan kegiatan terakhir yaitu penjelajahan. Peserta dibagi jadi 2 kelompok yaitu Abu BAkar dan Ali. Penjelajahn usai pukul 11.00. Lalu Penutupan dilakukan di Bumper. Sambutan diberikan oleh Akh Andri.
Namun, hal yang paling menjengkelkan adalah menunggu kendaraan jemputan. Seharusnya, truk sudah tiba pukul 12.30. Tapi pukul 14.30 baru tiba. Melelahkan memang......tapi sungguh besar manfaat dari Kemah Rukiyah ini. Semoga tahun depan, kegiatannya tak kalah seru dari tahun ini.
Allohu....Akbar.....
Jazakumulloh Kairan Katsiran......




Selasa, 14 Juli 2009

HUMor NAsruDIN HOJa

UJIAN  MENEBAK  ISI  TANGAN

Menurut pandangan umum, para Sufi itu gila," gumam Nasrudin. "Menurut para orang bijak, mereka benar-benar penguasa dunia. Aku akan mengeceknya, supaya aku sendiri bisa yakin mana yang benar."


Kemudian ia melihat seseorang yang tinggi besar, mengenakan jubah seperti seorang Sufi Akldan.

"Sahabat," kata Nasrudin, "aku ingin membuat sebuah percobaan untuk menguji kekuatan jiwamu, dan juga kesehatan rohaniku."

"Boleh. Silakan mulai," kata sang Akldan.

Nasrudin membuat gerakan menyapu dengan tangannya, kemudian mengepalkan kedua tangannya. "Sekarang, apa yang ada ditanganku?"

"Seekor kuda, kereta dan sais," ujar sang Alsldan cepat.

"Itu sih bukan test," ujar Nasrudin marah, "Habis kamu sih tadi melihat aku mengambilnya."

FORmasi MEntoriNG Net

Assalamuallaikum Wr. Wb.
Tawasul dalam berdo'a
     Seorang muslim pastilah berharap Do'a yang dipanjatkan kepada Allah SWT, dikabulkan olehNya. Maka dalam do'a, ia bisa bertawasul. Tawasul dalam Islam ada 3 macam. Pertama, berdo'a dengan diringi asma - asma Allah atau Asmaul Husna. Misalnya: " Yaa Allah Yaa Rahman..."
     Kedua, yaitu berdo'a dengan menyertai amal kebaikan yang dilakukan dengan Ikhlas. Dalam suatu kisah,  ada 3 orang musyafir yang melakukan perjalanan dan suatu hari mereka terjebak di dalam sebuah gua. Lalu, mereka berdo'a kepada Allah dengan menyebut amal kebaikan yang pernah mereka kerjakan dengan Ikhlas. Orang yang pertama adalah seorang saudagar yang dermawan dan tepat waktu dalam membayar uang gaji pegawainya. Begitu pula dengan orang kedua dan ketiga yang pernah pula mengerjakan amalan kebaikan yang berebeda.
     ketiga,  meminta do'a kepada orang shalih yang masih hidup. Dalam suatu kisah,  Imam Abu Hanafi diminta seorang utusan untuk meruqyah seorang ratu yang kerasukan. Karena Imam Hanafi ada kepentingan maka ia memberikan sebuah sandalnya kepada utusan itu supaya ditunjukkan kepada ratu. Dengan agak ragu, Ia menerimanya. Sampai di istana, ia tunjukkan sandal itu pada sang ratu yang kerasukan. Maka, Ia pun sembuh. Suatu ketika sang ratu kerasukan lagi, si utusan kembali ke tempat Imam Hanafi. Namun saat itu, beliau sudah wafat. Maka, ia mengambil sandal beliau dan ditunjukkan kepada sang ratu. Namun, bukan kesembuhan tapi pukulanlah yang ia dapat. Itulah kekuatan do'a orang shalih namun saat ia hidup.